Merrick Jonathan's Blog

Dealing with The Right Thing

Posted on: September 2, 2013

Saat terbaik untuk melakukan hal yang benar adalah sekarang. Menunda adalah habit baru yang populer saat ini. Dengan kemajuan informasi, mudah untuk mengetahui atau membedakan bagaimana melakukan hal yang benar. Dulu orang hidup dengan cara yang menurut mereka benar, saat ini ada berbagai macam cara untuk mendapatkan informasi bagaimana kita melakukan sesuatu dengan lebih efektif dan efisien, atau lebih jauh bagaimana melakukan sesuatu dengan benar.

Kita hidup di era dimana informasi yang kita dapat jauh lebih banyak dari yang kita mampu terapkan. Kendalanya adalah, tidak setiap kita merespon dengan benar setiap informasi yang kita dapatkan tersebut.

Secara khusus bagi yang bergereja, setiap minggu kita mendapatkan kebenaran yang baru, pertanyaannya adalah, berapa persen dari kebenaran tersebut yang mampu kita lakukan? Dan bukankah ada hal hal yang terus kita lakukan, meskipun kita tahu bahwa kita perlu berubah?

Alasan utama seseorang menunda perubahan dalam hidupnya (insider's look) antara lain:

Mahalnya Perubahan

Selalu ada resistensi apabila kita ingin mengubah sesuatu. Ada cost, atau biaya untuk melakukan perubahan. Dan hal ini bersifat universal dalam segala hal:

Dalam bisnis, seseorang perlu memikirkan biaya apabila ingin mengubah haluan bisnisnya. Salah satu perusahaan terbesar di dunia, khususnya di bidang elektronik di Korea, sedang mengarah dalam perubahan besar. Mereka dikenal dari produksi komponen, mulai berubah dalam 10 tahun terakhir untuk produksi smartphone, menjadi yang terbaik dari sisi penjualan, namun mereka tahu mereka perlu berubah. Perusahaan ini sedang aktif mengembangkan solar panel, LED, obat obatan biotek untuk mengembangkan usahanya. Dan biaya yang mereka gelontorkan untuk perubahan adalah sebesar $20 milyar dalam 10 tahun ke depan. Tidak heran, jika nama perusahaan ini akan tetap jaya, jauh setelah demam smartphone berakhir nanti.

Dalam studi, biaya pendidikan adalah sesuatu yang selalu ada di setiap jenjang pendidikan. Mengapa orang mau membayar untuk melakukan sesuatu yang tidak mereka senangi (belajar)? Perubahan. Dosen di salah satu perguruan tinggi di Bandung mengatakan bahwa kuliah sebenarnya adalah proses mengubah cara berpikir.

Dalam hubungan, akan selalu ada pengorbanan yang diperlukan dalam mengubah pergaulan. Semakin lama bergaul dengan seseorang, akan membuat harga perubahan semakin mahal. Semakin banyak kita memberikan atau menerima dari seseorang, semakin sulit kita bila ditinggalkan orang tersebut.

Pertanyaan utama adalah, apakah pengorbanan saya untuk berubah sebanding dengan apa yang saya dapatkan jika saya berubah?

Apakah mengubah haluan bisnis sebanding dengan potensi keuntungan, menjawab kebutuhan lebih banyak orang di masa depan? Apakah mengubah cara berpikir sebanding dengan kesempatan kerja, memenuhi panggilan Tuhan dengan lebih baik? Apakah mengubah pergaulan / hubungan saat ini sebanding dengan kebiasaan dan hubungan hubungan lain yang lebih baik yang dipersiapkan Tuhan untuk kita?

Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku. (Matius 16:24 TB)

Disorientasi Kebenaran

Orang yang menghabiskan waktu terlalu lama dalam mediocrity, akan menganggap mediocrity atau kesuaman adalah sesuatu yang normal. Banyak orang lebih takut meninggalkan zona nyaman dalam mediokritas, dibandingkan mengambil langkah keluar dan hidup dalam standar yang lebih tinggi, yang lebih baik.

 

Kalo Tuhan sudah persiapkan yang terbaik, kenapa kita cepat puas dengan sesuatu yang sekedar baik?

 

Masalahnya adalah, Tuhan tidak mati cuma supaya hidup kita OK dan sekedar baik baik saja. Setiap orang diciptakan dengan tujuan unik dan panggilan yang lebih besar dari hidup masing masing orang.

 

Tetapi seperti ada tertulis: “Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia.” (1 Korintus 2:9 TB)


If you tried to bury a right thing to do, but it keeps coming back to you somehow, NOW is the right time to apply it. Do that business, learn that new knowledge, leave that bad habit, embrace right relationship and be a better person.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


  • None
  • No comments yet

Categories